SMAN 1 Rogojampi โ Suasana khidmat menyelimuti lingkungan sekolah pada hari pertama pelaksanaan kegiatan Pondok Ramadan. Mengawali rangkaian agenda spiritual ini, Kepala Satuan Pendidikan, Ibu Dr. Elis Santi, M.Pd., hadir secara langsung di tengah-tengah ratusan siswa untuk melaksanakan shalat dhuha berjamaah dan tadarus Al-Qurโan.
Kehadiran beliau bukan sekadar formalitas pembukaan, melainkan bentuk teladan nyata dalam memupuk karakter religius di lingkungan pendidikan. Berikut adalah poin-poin utama dari kegiatan tersebut:
Membangun Spiritualitas Sejak Pagi
Kegiatan dimulai tepat saat matahari sepenggalah naik. Seluruh siswa bersama dewan guru berkumpul di [Masjid/Aula Sekolah] dengan syaf yang rapi. Shalat dhuha dilakukan secara berjamaah, menciptakan suasana tenang yang menjadi pondasi penting sebelum memulai aktivitas belajar-mengajar di bulan suci.
Tadarus Bersama: Membumikan Al-Qur’an
Usai shalat, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qurโan. Ibu Dr. Elis Santi tampak duduk melingkar bersama para siswa, menyimak dan melantunkan ayat-ayat suci secara bergantian.
- Tujuan utama: Melancarkan bacaan siswa sekaligus memperdalam pemahaman terhadap makna kandungan Al-Qur’an.
- Esensi: Menciptakan budaya literasi kitab suci yang berkelanjutan di sekolah.
Pesan Karakter dan Kebersamaan
Dalam sambutan singkatnya, Ibu Dr. Elis Santi menekankan bahwa Pondok Ramadan adalah momentum emas untuk melakukan upgrade diri. Beliau menyampaikan bahwa kebersamaan ini adalah awal yang penuh keberkahan untuk:
- Menumbuhkan Semangat Ibadah: Agar siswa konsisten menjalankan amalan sunnah, tidak hanya saat Ramadan.
- Mempererat Silaturahmi: Menghapus sekat antara pendidik dan peserta didik melalui ibadah kolektif.
- Penguatan Karakter: Membentuk pribadi yang jujur, disiplin, dan memiliki empati tinggi sesuai nilai-nilai Islam.
“Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga soal mengasah hati. Melalui Pondok Ramadan ini, kita berharap karakter religius siswa semakin kokoh sehingga mereka menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga santun secara berakhlak,” ujar Dr. Elis Santi, M.Pd. di sela-sela kegiatan.
Kegiatan pembukaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh warga sekolah untuk menjalani sisa hari di bulan Ramadan dengan produktivitas dan ketaatan yang lebih tinggi.








